Bedah Usus Buntu adalah Hal yang Terbaik

Cara yang paling mudah dan tercepat dalam membuat penyakit usus buntu merupakan menjalani operasi. Hal tersebut perlu dilakukan guna pencegahan infeksi lebih lanjut, yaitu infeksi peritonitis, yang sangat dapat meneror jiwa. Operasi usus bingung umumnya dilakukan untuk membuat penyakit usus buntu. Maksudnya adalah mengeluarkan usus bingung yang terinfeksi sebelum keropos. Jika usus buntu keropos, bakteri dan kotoran dalam usus akan menyebar dalam perut dan dapat memunculkan infeksi serius yang dinamai peritonitis. Abses juga dapat timbul saat usus bingung pecah. Kedua masalah itu adalah keadaan yang membahayakan orang sehingga memerlukan tindakan bedah secepatnya.

Bagaimanakah Operasi Usus Buntu Dilaksanakan?

Sebelum menggeluti operasi usus buntu, para pengidap penyakit harus berpuasa setidaknya untuk 8 jam. Dokter pun perlu mengetahui tentang apapun obat yang pernah ataupun sedang diminum, kemungkinan mengidap alergi atau sensitif dengan obat-obatan tertentu seperti obat-obatan bius dan sejarah ulah tangan jahil pendarahan. Setelah itu, badan akan dipasangi infus utk menerima cairan dan obat-obatan. Pada umumnya, pasien akan diberi bius total, namun didalam beberapa kasus, pembiusan domestic lebih diutamakan.

Terdapat 2 cara operasi yang bisa dipilih dokter pada masalah ini. Pilihan biasanya bakal berdasarkan pada keparahan masalah dan kondisi kesehatan para pengidap penyakit. Metode yg pertama adalah operasi dengan lubang kecil (laparoskopi). Pada prosedur operasi tersebut, ada 3-4 sayatan mini di perut untuk menuliskan alat operasi. Alat utama adalah pipa yg mengangkat udara sehingga perut bakal mengembang. Hal ini memiliki tujuan mempermudah pandangan ahli operasi dalam mengamati usus bingung dan memberikan ruang utk bekerja. Setelah itu rumah sakit akan memasukkan pipa mini berisi lampu dan kamera yg dihubungkan dengan monitor TV untuk melihat lalu mencari usus buntu. Akhir, ada alat bedah mini untuk mengambil usus bingung. Setelah mengeluarkan usus bingung, luka sayatan ditutup menggunakan jahitan. Demikian menurut Dokter E. Priatno yang juga merupakan seorang dokter bedah digestif di Jakarta.

Bedah laparoskopi tersebut merupakan metode yang paling sudah dilakukan karena bekas luka biasanya sembuh lebih seketika. Selain itu, metode ini adalah pilihan terbaik bagi ortu dan orang-orang dengan berat tubuh berlebih (obesitas) karena risikonya lebih kecil. Lewat laparoskopi, pasien bahkan diijinkan utk pulang sehabis prosedur bedah. Selanjutnya, masa penyembuhan bakal dijalani di rumah. Baca ini untuk informasi tentangĀ Bedah Digestif.

Cara operasi usus buntu ke-2 adalah bedah terbuka. Bedah ini dilakukan jika usus buntu sudah pecah ataupun peritonitis sudah menyebar. Pembedahan biasanya dilakukan dengan menjadikan irisan panjang di perut bagian kanan bawah. Tapi jika terjadi penyebaran peritonitis yg luas, irisan bakal dilakukan di garis sedang perut, prosedur ini, dinamai laparotomi. Setelah tindakan operasi, usus buntu yang terkena infeksi akan dikirim di laboratorium untuk dicek berada tidaknya pertanda kanker. Merupakan tindakan pencegahan meski hal serius jarang dijumpai.

Perawatan-perawatan setelah Operasi

Masa pemulihan pascaoperasi usus buntu tergantung dari koleksi prosedur operasi, tipe pembiusan atau kemungkinan berkembangnya efek. Pada operasi dengan cara laparoskopi yang dilaksanakan hingga adanya komplikasi, sebagian besar para pengidap penyakit bisa pulang dalam saat sebelum 24 jam pascaoperasi. Dengan bedah terbuka ataupun operasi yang rumit, semacam adanya peritonitis, perlu saat hingga seminggu sebelum para pengidap penyakit cukup sehat untuk balik. Pascaoperasi, rasa sakit bakal terasa di sekitar luka operasi. Namun rasa sakit tersebut akan berkurang dalam sejumlah hari. Untuk yang menggeluti operasi laparoskopi, rasa nyeri pada ujung bahu barangkali terasa sekitar satu minggu lantaran udara yang dipompa di perut saat operasi. Sejumlah hal yang harus diperhatikan didalam perawatan pascaoperasi usus bingung:

  1. Jaga kebersihan di sekitar luka bedah guna mencegah resiko infeksi.
  2. Jika diperlukan, rumah sakit dapat memberi obat nan meringankan rasa sakit lalu antibiotik guna menghindari infeksi.
  3. Waspadai tanda-tanda infeksi, tergolong luka bedah menjadi aren dan bengkak, demam besar (melebihi 38 derajat Celsius), kedinginan, muntah-muntah, kehilangan kriteria makan, kram perut, diare atau sembelit yang terjadi lebih dari 2 hari,
  4. Untuk masa recovery, dianjurkan membatasi aktivitas fisik yang “lebay” demi mempercepat proses kesembuhan.
  5. Meski ada risiko mini terkena infeksi pascaoperasi usus buntu, sebagian terbesar pasien bisa pulih tanpa kendala mempunyai arti. Waktu yang diperlukan utk sembuh total dari masalah usus buntu adalah daerah 4-6 minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.